Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

Budaya dan Perayaan Musim Semi (Haru - ?)‎

Musim Semi sering dikatakan sebagai awal aktivitas masyarakat Jepang. Musim ini dimulai sekitar...Read More

Budaya dan Perayaan Musim Gugur (Aki - ?)‎

Jepang memang negeri festival. Hampir setiap waktu, setiap musim selalu ada festival yang terkait dengan... Read More

Budaya dan Perayaan Musim Panas (Natsu - ?)‎

Perayaan festival di musim panas memang menarik di Jepang. Salah satunya adalh perayaan... Read More

Budaya dan Perayaan Musim Dingin (Fuyu - ?)‎

Salah satu festival musim dingin yang paling terkenal di Jepang adalah Setsubun. ini adalah festival... Read More

Budaya dan Perayaan Besar‎

Selain perayaan atau festival yang berkaitan dengan musim di Jepang, ada juga festival-festival yang memang sengaja diadakan khusus. ... Read More

Tampilkan postingan dengan label Budaya Jepang. Tampilkan semua postingan

Kokoro No Tomo POP! Ep4 #kntpop

2 komentar


Episode 4 dari acara perkenalan Jepang: Kokoro No Tomo POP!





Read More →

Kokoro No Tomo POP! Ep3 #kntpop

0 komentar


Episode 3 dari acara perkenalan Jepang: Kokoro No Tomo POP!




Read More →

Kokoro No Tomo POP! Ep2 #kntpop

0 komentar


Episode 2 dari acara perkenalan Jepang: Kokoro No Tomo POP!







Read More →

Kokoro No Tomo POP! Episode 1(Sabtu, 01 februari 2014)

0 komentar


Episode 1 dari acara perkenalan Jepang: Kokoro No Tomo POP!


Read More →

Orang Tertua di Dunia Berulang Tahun Ke-116

0 komentar
Orang tertua di dunia baru saja berulang tahun ke-116 di Jepang.

Jiroemon Kimura dari kota Kyotango di Provinsi Kyoto, Jepang barat merayakan ulang tahunnya hari ini (19 April). Ia lahir pada tahun 1897.

Buku Rekor Guinness mengatakan Kimura adalah pria tertua sepanjang sejarah.

Kimura memiliki 14 cucu, 25 cicit, 14 piut (anak cicit).

Wali Kota Kyotango Yasushi Nakayama mengunjungi Kimura untuk merayakan ulang tahunnya. Kimura juga menerima video ucapan selamat dari Perdana Menteri Shinzo Abe.

"Jiroemon Kimura, selamat atas ulang tahunnya yang ke-116 dan saya menyampaikan ucapan mendalam atas pengakuan oleh Guinness World Records. Ini benar-benar menakjubkan memenangkan predikat sebagai manusia tertua di dunia dan pria tertua yang masih hidup dalam sejarah," kata Shinzo Abe.

Ia sempat dirawat di rumah sakit dua kali tahun lalu, tetapi diperbolehkan pulang awal tahun ini.

Jepang juga memiliki perempuan tertua di dunia, Misao Okawa yang kini berusia 115 tahun. Terdapat 51.000 orang di atas 100 tahun di negara itu.
Read More →

Naruto tuh beneran ada loh!

0 komentar
Naruto yang dimaksud disini bukan karakter ninja di salah satu anime Jepang yang terkenal di Indonesia, tetapi nama dari sebuah kota paling timur yang berada di pulau Shikoku, bagian dari Prefektur Tokushima. Kota ini memiliki beberapa tempat wisata alam yang menarik perhatian dunia, salah satunya adalah Pusaran Air yang berada di selat Naruto. Tapi bentuknya seperti hasil terkena Rasenshuriken-nya Naruto, :)



Pusaran Air atau whirlpoll ini terjadi karena adanya volume besar air laut yang bergerak antara pedalaman pulau Seto dan samudera Pasifik yang dikombinasikan dengan geografi unik bawah laut dari selat Naruto yang sempit.
Pusaran Air Naruto ini tidak berbahaya, jadi dia tidak menarik atau menghisap perahu atau kapal yang berada di sekelilingnya ke dalam laut, dan oleh karena itu kalau Anda cukup bernyali, Anda bisa melihatnya dari atas perahu yang berlayar tepat di samping pusaran air.
Ada dua perusahaan yang menjalankan tur perahu (kapal) untuk membawa Anda melihat pusaran air dari dekat. Perusahaan pertama berada di sisi Shikosu yang letaknya paling dekat antara dermaga dengan pusaran air, yaitu Uzushio Kisen dengan perahu dua dek yang berukuran kecil, sedangkan dengan jarak yang lebih jauh dari pusaran air, ada Uzushio Kankosen.
Uzushio Kankosen berada di pulau Awaji (pulau yang berseberangan dengan Shikosu), perusahaan ini mengoperasikan dua kapal yaitu ‘Aqua Eddy’, perahu berukuran sedang dua dek dengan jendela bawah air, dan ‘Wonder Naruto’ dengan ukuran perahu yang lebih besar dari Aqua Eddy.
Harga tur perahu Uzushio Kisen adalah 1500 yen (sekitar 155.000 Rupiah Indonesia), sedangkan harga untuk tur perahu perusahaan Uzushio Kankoshen adalah 2200 yen (sekitar 227.200 Rupiah Indonesia) menggunakan Aqua Eddy, dan 1530 yen (sekitar 158.000 Rupiah Indonesia ) menggunakan Wonder Naruto. Sebagai saran, jika Anda ingin melihat pemandangan terbaik Pusaran Air Naruto dari atas kapal, ada baiknya Anda menaiki Wonder Naruto yang menawarkan pemandangan dari fisrt-class deck (dek paling atas) dengan harga yang ditawarkan sedikit lebih mahal untuk menikmati fasilitas dek ini, yaitu 2530 yen (sekitar 261.300 Rupiah Indonesia).
Tur yang dilakukan oleh dua perusahaan ini memakan waktu 30 -40 jam. Untuk jadwalnya sendiri, Uzushio Kisen dibuka dari jam 08:00 – 16:30, sedangkan Uzushio Kankoshen dibuka dari jam 09:00 – 16:20 waktu setempat. Atau jika Anda yang memiliki dana liburan terbatas, Anda masih bisa melihat pusaran air dari Uzu no Michi, yaitu sebuah koridor yang berada di bawah jembatan Onaruto (jembatan yang menghubungkan Naruto dengan Kobe). Uzu no Michi buka dari jam 09:00 – 17:00 waktu setempat dan dikenakan biaya masuk 500 yen (sekitar 51.700 Rupiah Indonesia). Tempat ini memiliki beberapa lantai kaca yang bisa membuat Anda melihat pusaran air dengan jarak 45 meter dari tempat Anda berdiri.
Untuk ke lokasi Pusaran Air Naruto, dari stasiun Takamatsu atau Kochi yang berada di Shikoku, Anda bisa naik kereta ke stasiun Ikenotani dan kemudian transfer ke jalur Naruto. Selanjutnya dari stasiun Naruto pergi ke tempat pemberhentian bus yang berada dekat dengan halte ‘Kosoku Naruto’ dan naik bus jurusan Koen-Guchi yang berhenti di Naruto Park (Taman Naruto). Dan setelah sampai di Naruto Park, Anda tinggal jalan kaki ke arah jembatan Onaruto. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 25 menit dengan total biaya 300 yen (sekitar 31.000) sekali jalan.
Ada baiknya jika ke lokasi ini pada musim panas (Juli – September), karena pusaran airnya yang lebih besar daripada musim-musim dan hari biasa lainnya.

Read More →

NHK Diizinkan Buka Kantor di Myanmar

0 komentar

Myanmar akan mengizinkan NHK membuka kantor dan menempatkan korespondennya di negara itu mulai hari ini.

NHK dan Associated Press merupakan media asing non-Cina pertama yang mendapatkan izin dari pemerintah Myanmar. Sebelumnya, hanya kantor berita pemerintah Cina dan surat kabar Partai Komunis Cina yang diizinkan menempatkan wartawan di Myanmar.

Myanmar terus melakukan langkah-langkah memperlonggar pembatasan terhadap media sejak penguasa militer menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan yang dipilih secara demokratis pada tahun 2011. Langkah-langkah tersebut antara lain mengakhiri penyensoran terhadap media cetak yang telah berlangsung selama 50 tahun serta mengizinkan sejumlah perusahaan swasta menerbitkan surat kabar harian.

Wakil Menteri Informasi Myanmar Yet Htut mengatakan negaranya ingin bekerja sama erat dengan NHK untuk menjamin pelaporan berita yang berimbang dan netral.

sumber : NHK World Japan Indonesian Section
Read More →

Bunga Sakura Pertama Terpantau di Fukuoka, Jepang

0 komentar

Bunga sakura pertama tahun ini terpantau di kota Fukuoka, Jepang Barat.


Badan Pemantauan Meteorologi Distrik Fukuoka hari ini mengungkapkan lima bunga pohon sakura jenis somei-yoshino terlihat mekar di lokasi pemantauan mereka.
Bunga-bunga sakura itu mekar lebih cepat 10 hari dari biasanya dan 14 hari lebih cepat dibandingkan tahun lalu.

Seorang petugas pemantau mengatakan bunga-bunga sakura mekar lebih awal karena suhu udara hangat, terutama sejak awal bulan Maret. Suhu udara melampaui 20 derajat Celsius selama beberapa hari dan beberapa kali mencapai suhu rata-rata akhir Mei.
sumber : NHK World Japan Indonesian Section
Read More →

Perayaan dan Festival Besar di Jepang

0 komentar
1. Hanabi Takai
Pada saat-saat musim panas, warga Jepang sibuk mempersiapkan perayaan pesta kembangapi Hanabi Takai. Beribu-ribu hingga puluhan ribu kembang api dipersiapkan guna merayakan pesta musim panas.
Pada saat merayakan Hanabi Takai, warga Jepang khususnya kaum perempuan berbondong-bondong memakai pakaian tradisional Jepang, yakni Yukata atau Kimono musim panas.
Selain memakai pakaian-pakaian tradisional, warga Jepang pun berbondong-bondong memakai pakaian yang semenarik mungkin utntuk menikmati pesta Hanabi dan tentunya menarik perhatian para turis yang datang.
Pesta Hanabi Takai ini juga mempunyai ciri khas, yaitu pada saat menyalakan puluhan ribu kembang api, maka yang akan terlihat adalah motif lautan bunga yang berwarna-warni dan motif-motif lainnya yang rasanya sayang untuk dilewatkan. Pesta Hanabi Takai ini memakan waktu sekitar 60-90 menit. Waktu tersebut cukup untuk memanjakan mata dengan motif berwarna-warni dan beraneka ragam serta bunyi-bunyi letusan kembang api di udara yang menambah suasana ramai di pesta Hanabi.
           
Hanabi Termegah
Pesta Hanabi memang banyak menyimpan berbagai kemegahan dalam menyuguhkan hiburan dalam bentuk kembang api, dan biasanya pesta Hanabi diadakan di tempat-tempat terbuka. Namun ada beberapa perayaan Hanabi yang diadakan di tempat-tempat tertutup. Dan berikut pesta Hanabi termegah :
1. Jingu Hanabi
Jingu Hanabi dirayakan di sebuah stadion basball yang bernama stadion Jingu. Dinamakan Jingu Hanabi karena pesta Hanabi ini dirayakan di stadion Jingu yang lokasinya berada di tengah-tengah kota Tokyo.
2. Koshien Hanabi
Sama seperti Jingu Hanabi, Koshien Hanabi diadakan di Stadion koshein. Koshein Hanabi merupakan perayaan pesta Hanabi termegah yang ada di kota Osaka. Stadion ini mampu menampung 100.000 penonton yang datang untuk menyaksikan pesta Hanabi.
3. Edogawa Hanabi Takai
Pesta Hanabi di tempat ini sangatlah sulit untuk mendapatkan kursi guna menyaksikan langsung pesta kembang api secara meriah. Sebelum datang perayaan Edogawa Hanabi Takai, warga Jepang cepat-cepat memesan kursi yang akan didudukinya di pesta Hanabi nanti.  Saat memesan kursi di Stadion, warga Jepang hanya menjaga kursinya dengan ditandai dengan alas atau papan nama. Mereka tak merasa khawatir karena kerukunan antar warga Jepang sangatah erat sehingga mereka yang telah memesan kursi tak merasa khawatir.
Saat perayaan Hanabi tiba, penonton yang telah memadati stadion bersorak-sorai kegirangan saat kembang api meledak di udara dengan kemegahannya.  Tak hanya di dalam stadion, di luar stadion pun tak kalah histerisnya saat melihat kembang api yang meledak. Mereka yang berada di luar stadion merupakan warga Jepang yang menyaksikan pesta Hanabi secara gratis karena tak berada di dalam stadion. Pesta Hanabi ini dilakukan setiap tahun di bulan Agustus, Sabtu pertama.

2. Perayaan Hari Tahun Baru di Jepang
(正月 shōgatsu?) di Jepang dirayakan tanggal 1 Januari dan berlangsung hingga tanggal 3 Januari Dalam bahasa Jepang, kata "shōgatsu" dulunya dipakai untuk nama bulan pertama dalam setahun, tapi sekarang hanya digunakan untuk menyebut tiga hari pertama di awal tahun. Istilah "shōgatsu" juga digunakan untuk periode matsu no uchi (松の内) atau masa hiasan daun pinus (matsu) boleh dipajang. Di daerah Kanto, Matsu no uchi berlangsung dari tanggal 1 Januari hingga 7 Januari, sedangkan di daerah Kansai berlangsung hingga koshōgatsu (小正月)tahun baru kecil) tanggal 15 Januari Tanggal 1 Januari adalah hari libur resmi di Jepang, tapi kantor pemerintah dan perusahaan swasta tutup sejak tanggal 29 Desember hingga 3 Januari. Bank dan lembaga perbankan tutup dari tanggal 31 Desember hingga 3 Januari, kecuali sebagian ATM yang masih melayani transaksi. Sampai tahun 1970-an, sebagian besar toko dan pedagang eceran di daerah Kanto tutup hingga tanggal 5 Januariatau 7 Januari Perubahan gaya hidup dan persaingan dari toko yang buka 24 jam membuat kebiasaan libur berlama-lama ditinggalkan. Mulai tahun 1990-an, hampir semua mal dan pertokoan hanya tutup tanggal 1 Januari dan mulai buka keesokan harinya tanggal 2 Januari, tapi biasanya dengan jam buka yang diperpendek. Hari pertama penjualan barang (hatsu-uri) di pusat pertokoan dimeriahkan dengan penjualan fukubukuro(kantong keberuntungan). Penjualan barang di semua mal dan pertokoan sudah normal kembali sekitar tanggal 4 Januari.
  
Read More →

Budaya dan Perayaan Musim Dingin (Fuyu - 冬)

0 komentar




1. Saimatsu
merupakan perayaan akhir tahun. Saimatsu juga merupakan masa orang-orang bisa minum minuman beralkohol sampai mabuk dengan tujuan untuk melupakan semua kesusahan yang telah dialami selama setahun yang sering disebut Bounenkai. Selain itu ada juga toshi no ichi (pasar) yang diadakan di berbagai kota.

2. Ganjitsu
merupakan hari pertama tahun baru. Pada saat ini orang-orang menerima kartu tahun baru dari teman, kenalan dan pacar. Selainitu ada juga tradisi mengunjungi kuil atau biara.

3. Setsubun
merupakan masa beralihnya musim dari musim salju ke musim semi yang terjadi pada tanggal 3 Februari. Pada malam harinya ada tradisi melempar kacang yang dilakukan di kuil atau biara dan di rumah. Hal ini dipercaya dapat mengundang hal yang baik dan untuk menghalau hal yang buruk.

4. Umematsuri
merupakan akhir dari musim dingin dan merupakan waktu yang paling dingin selama musim dingin. Umematsuri terjadi tiap bulan Februari. Selama even ini berlangsung ada suatu kebiasaan untuk menikmati keindahan bunga Plum sambil merasakan suasana musim semi yang hampir menjelang.
Read More →

Budaya dan Perayaan Musim Panas (Natsu - 夏)

0 komentar
1. Tanabata
Asal-usul festival ini sangat menarik untuk diceritakan, bermula di Tiongkok dan diperkenalkan kepada masyarakat Jepang pada jaman Nara. Kisahnya bermula pada cerita cinta dua manusia bernama Altair (Hikoboshi) dan Vega (Orihime), bintang tercerah dalam rasi bintang Lyra.

Hikoboshi adalah seorang penggembala sapi, sedangkan Orihime adalah seorang putri yang memiliki kepandaian menenun. Mereka menelantarkan pekerjaan mereka karena cinta tersebut, dan hal ini membuat Raja Langit marah sehingga memisahkan mereka berdua menggunakan sungai Amanogawa. Orihime dan Hikoboshi hanya dapat bertemu pada malam ketujuh bulan ketujuh setiap tahunnya, melewati sebuah jembatan ajaib. Jika pada malam tersebut terjadi hujan, sungai yang memisahkan mereka akan meluap dan mereka harus menunggu hingga tahun depan untuk kembali bertemu.
Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah menulis tanzaku, permohonan dan impian yang dituliskan di atas selembar kertas atau potongan kayu dan digantungkan pada batangan bambu. Setelahnya, permohonan-permohonan ini akan diapungkan di sungai atau dibakar pada tengah malam, dengan tujuan agar segala sesuatu yang buruk segera berlalu. Harapan mereka dipercaya akan terkabul apabila pada hari itu hujan tidak turun
2. Hanabi (Kembang api)
Perayaan khas di musim panas, bermula dari zaman Edo (1600-1868). Merupakan pesta kembang api yang diadakan di seluruh wilayah Jepang pada pertengahan bulan Agustus. Selain itu, ada juga permainan-permainan seru seperti menangkap ikan mas koki menggunakan kawat berlapis kertas tipis, dan banyak kedai-kedai yang menjual berbagai macam makanan seperti permen apel, manisan, dan lain-lain. Di sekitar tempat dimana berlangsung pesta kembang api terdapat berbagai kios-kios hiburan yang menyediakan makanan, minuman, permainan anak tersebut. Mereka datang bersama keluarga, sebagian ada yang mengenakan yukata (kimono dari katun, sederhana) sambil membawa kipas kertas pengusir udara panas di musim panas.
3. O-Bon
Merupakan peristiwa keagamaan Budhis dimana setiap keluarga di Jepang menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut datangnya arwah para leluhur yang tinggal untuk beberapa hari lamanya di rumah mereka. Sejumlah penerangan api yang dipasang di sekitar rumah merupakan sambutan selamat datang. Selama masa O-bon, keluarga meletakkan sesajen buah-buahan dll, di meja sajen. Di beberapa daerah juga, dilakukan tarian massal O-bon dengan iringan sejumlah instrumen musik tradisional seperti tambur taiko, sruling, dll dengan irama yang dinamis. Sebagai penutup perayaan, dilakukan pelarungan lentera-lentera kecil berwarna-warni di sungai terdekat secara beramai-ramai
4. Tsukimi
Merupakan pesta menikmati indahnya bulan purnama di musim panas sekitar pertengahan bulan Agustus. Di Jendela dimana terlihat bulan purnama, diletakkan sesajen khusus. Hal ini sebenarnya merupakan wujud pemujaan alam oleh masyarakat pertanian untuk memperoleh panen yang berlimpah
5. Hakata Gion Yamakasa (1-15 Juli) di Hakata (prefektur Fukuoka)
Perayaan ini dimulai sejak zaman Kamakura (1185-1333), dalam rangka mengusir bencana penyakit. Kuil-kuil kecil (Shinto) gotongan (O-mikoshi) diarak beramai-ramai, beriringan dengan kendaraan-kendaraan hias yang disebut Kazari Yamagasa dengan boneka-boneka besar yang menggambarkan tokoh-tokoh legenda atau sejarah
6. Tenjin Matsuri (24-25 Juli) di Osaka
Merupakan salah satu festival besar dan terkenal di Jepang, dimulai sekitar tahun 1000. Ribuan orang berarakan menggotong kuil-kuil kecil o-mikoshi dari kuil Temmangu ke Jembatan Tenjin, kemudian naik perahu-perahu hias dan selanjutnya dilakukan pesta kembang api
7. Awa Odori (12-15 Agustus, mulai senja)
Merupakan bagian dari perayaan O-bon dalam rangka menyambut dan mengantarkan kembali arwah para leluhur. Tarian massal ini konon dimulai lebih dari 400tahun yang lalu, dan dewasa ini diikuti oleh ratusan ribu peserta yang menari berirama dengan iringan alat music tradisional shamisen, tambur, seruling, dan lonceng. Biasanya ada pembimbing tari yang memimpin agar para peserta dapat menari secara sinkron
8. Akita Kanto Matsuri (3-6 Agustus, mulai jam 7 malam) di kota Akita
Merupakan salah satu dari tiga festival terbesar Jepang utara. Yang menjadi ciri khasnya adalah 46 lentera yang dipasang pada kerangka besar yang dibuat dari batang-batang bambu (kanto) setinggi 12 meter. Para pembawa kanto ini menunjukkan kepiawaian mereka menjaga keseimbangan, meletakkan kanto di telapak tangan, dahi, bahu, atau pinggang. Setiap kanto bermotif khusus, biasanya melambangkan panjang umur dan panen berlimpah
9. Nebuta Matsuri (1-7 Agustus)
Diadakan di Aomori dan Hirosaki. Iring-iringan kendaraan hias bergambar makhluk raksasa penyebab kantuk di musim panas. Festival ini dimaksudkan untuk mengusir makhluk ini. Kata “nebuta” berasal dari “nemuri” (kantuk). Banyak sekali orang yang ikut menyaksikan festival ini setiap tahunnya.
Read More →

Budaya dan Perayaan Musim Gugur (Aki - 秋)

0 komentar

Jepang memang negeri festival. Hampir setiap waktu, setiap musim selalu ada festival yang terkait dengan alam (teristimewa pertanian) dan kehidupan manusia. Di musim Gugur yang berlangsung selama tiga bulan, yaitu September, Oktober, November, terdapat serangkaian festival budaya tradisional Jepang.



Ada festival yang bersifat nasional, berlangsung dimana-mana dengan corak yang hampir sama, tapi ada pula yang bersifat lokal tapi sangat terkenal. Adanya berbagai festival yang di adakan mendukung terlestarinya budaya tradisional Jepang, karena sebuah festival merupakan hasil gotong-royong rakyat setempat yang diikuti dan dinikmati beramai-ramai, baik oleh rakyat setempat maupun wisatawan.

Festival Tsukimi (Menatap bulan)

Menurut tradisi orang Jepang melihat di bulan ada seekor kelinci yang sedang menumbuk dengan alu untuk membuat kue Mochi. Naah.. musim gugur merupakan waktu yang sangat tepat untuk melihat bulan purnama, ( khususnya setiap tanggal 25 September dan 23 Oktober) sambil minum Sake, makan penganan khusus dan menikmati keindahan sang rembulan. Rumah – rumah dihiasi dengan rumput Susuki. Festifal ini berlangsung di seluruh Jepang. Namun di masa modern seperti ini mungkin tidak banyak yang punya waktu banyak untuk itu.

Festival Takayama (9-10 oktober)

Festival takayama di sebut sebut merupakan salah satu festival terbagus di Jepang. Festifal ini sebenarnya diadakan dua kali dalam setahun, yaitu Festival Takayama musim semi atau yang lebih di kenal dengan Sanno Matsuri, diadakan di kuil Shinto Hie, dan Festival Takayama musim gugur atau lebih di kenal sebagai Festival Hachiman Matsuri, di pagelarkan di Kuil Shinto Sakurayama Hachiman.

Jidai Matsuri (22 oktober)

Bertempat di Kuil Heian Kyoto, merupakan salah satu festival terbesar di Kyoto.

Festival Api di Kuil Yuki, Kurama, Kyoto (22 oktober)

Berupa jejeran obor di sepanjang jalan menuju kuil.

Tori no ichi (11 dan 23 november)

Inilah festival Sapu Penggaruk Berhias (Kumadate) yang di gambarkan sebagai penggaruk rejeki. Di dekat kuil-kuil di Tokyo, terutama di Kuil Otori di kawasan Askusa, ada kios penjualan Kumadate, pembeli dan penjual sama sama bertepuk tangan secara berirama.

Shichi go san (7-5-3) (15 november)

Pada tanggal 15 November kuil-kuil di seluruh Jepang terlihat ramai di kunjungi olek keluarga-keluarga muda yang membawa anak-anak mereka yang berusia 3,5 dan 7 tahun yang mengenakan pakaian tradisonal yang indah. Mereka melakukan doa khusus agar anak-anak mereka tumbuh sehat dan keluarga berbahagia. Upacara ini di peruntukkan bagi anak laki-laki yang berusia 3 tahun dan 5 tahun, serta anak perempuan yang berusia 5 tahun dan 7 tahun. Konon angka 3, 5 dan 7 merupakan angka keberuntungan di Jepang

Berbagai perayaan lain nya.

Tanggal 3 november adalah hari kebudayaan bagi pengembangan kebudayaan.
Semula merupakan perayaan hari ulang tahun kaisar meiji, kaisar perintis modernisasi jepang dan sekaligus pendukung kebudayaan jepang. Pada hari ini pemerintah mengumumkan nama nama berbagai tokoh yang memberikan kontribusi (berjasa) bagi kemajuan kebudayaan jepang.dan beberpa di antara mereka di anugerahi bintang kebudayaan di istana kekaisaran. Pada kesempatanhari kebudayaan ini, di berbagai tempat di jepang berlangsung berbagai festival kebudayaan

Hari syukur kepada tenaga kerja tanggal 23 november adalah untuk meghargai penting nya tenaga kerja dan menyatakan terimakasih kepada semua pekerja. Para petani merayakan pula hari ini. Karena dulu nya merupakan hari festival panen.
Read More →

Budaya dan Perayaan Musim Semi (Haru - 春)

0 komentar
Musim Semi sering dikatakan sebagai awal aktivitas masyarakat Jepang.  Musim ini dimulai sekitar akhir Bulan Februari atau awal Maret. Beberapa tradisi yang ada di musim ini adalah:
1. Hinamatsuri


Yaitu mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Pada musim ini, keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyo. Terdiri atas boneka kaisar, permaisuri, putri, dayang- dayang dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional Jepang.

Hidangan istimewanya antara lain:

kue Hisshimochi

kue hina arere

sup hamaguri

serta
chirazishusi


2. Hari Ekuinoks
Yaitu hari dimana waktu siang dan malam persis sama lamanya. Pada saat itulah mereka memulai upacara Shunki Higan-e yang berlangsung seminggu untuk mendoakan arwah para leluhur.

3. Hanami
Inilah saat yang paling ditunggu orang di Jepang. Merayakan kebersamaan dibawah pohon bunga Sakura yang sedang mekar memang selalu menarik perhatian, baik warga Jepang maupun turis asing. Dulu hanami adalah sebuah tradisi yang sakral. Namun sekarang sudah bergeser menjadi sebuah kebiasaan umum saat Sakura mekar. Mereka menggelar alas di atas tanah yang rumputnya belum sempurna tumbuh selepas musim dingin. Di bawah pohon sakura, duduk bersama sambil bercanda dan minum- minum.
Read More →